Taiwan Khawatir Serangan 'Millenium Bug' Baru


TAIPEI - Ribuan perusahaan di Taiwan menyatakan kegelisahannya menghadapi akhir tahun 2010. Mereka takut tahun baru 2011 akan memicu versi lokal 'millenium bug Y2K'.

Penghitungan hari di negara tersebut tergolong unik karena menghitung waktu dari tahun 1911, tahun di mana kekaisaran China terakhir mulai runtuh karena adanya revolusi. Artinya, pada 1 Januari nanti kalender tersebut tidak akan memulai hari dengan 1 Januari 2011 melainkan 1 Januari tahun 100. Keprihatinan ini bisa menjadi malapetaka bagi banyak komputer lama yang biasa menghitung tiga digit angka, bukan dua.


"Sejumlah perusahaan mendekati saya selama enam bulan terakhir dan meminta nasihat tentang cara memperbarui hardware dan software pada komputer mereka," kata Lee Chin-hung, seorang konsultan teknologi di kota Hsintien di Taiwan utara, seperti dikutip melalui Yahoo News, Rabu (9/6/2010).

Taiwan Resibon Abrasive Products Co, perusahaan pembuat perangkat berbahan plastik yang mempekerjakan lebih dari 100 orang, akan mengganti beberapa komputer yang dipasang di pabriknya di kota Tamshui di luar Taipei.

"Jika tidak, data seperti nomor seri produk akan berantakan," kata Yeh Kun-ming, juru bicara perusahaan.

Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 200.000 toko dan perusahaan masih menggunakan komputer yang tidak dipersenjatai dengan software pertahanan milenium bug.

"Bug tersebut dapat menyebabkan masalah utama untuk urusan akunting, data persediaan dan personnel system pada UKM," kata Louis Chen, seorang pejabat kementerian ekonomi.

Meskipun masihi ada waktu setengah tahun yang tersisa untuk bersiap-siap, namun banyak perusahaan sejauh ini justru tidak melakukan apa-apa.

Menurut survei yang dilakukan oleh kementerian ekonomi Taiwan, lima belas persen usaha kecil di negara itu mengatakan mereka tidak melakukan langkah-langkah pencegahan meskipun mereka percaya bahwa resiko tersebut bisa saja terjadi.

"Kebanyakan dari mereka adalah perusahaan mikro. Di samping pertimbangan anggaran, mereka juga memiliki sedikit informasi tentang ancaman itu," kata Wang Wen-pu, pejabat dari perusahaan swasta penyedia layanan informasi di Taipei.

Kebanyakan mereka yang mengetahui ancaman ini lebih memilih untuk mencari solusi yang lebih murah, ketimbang harus membeli komputer baru.

Sumber : okezone.com

Category:

0 komentar:

Posting Komentar